Yesus Anak Domba Paskah

AMANATAGUNG.COM - Paskah adalah sebuah kemenangan. Seandainya Yesus mati dan tidak bangkit, sia-sialah kepercayaan kita! Sebenarnya Yesus bangkit bukanlah sesuatu yang spesial ataupun spektakuler, melainkan sudah sesuai dengan Kitab Suci. Allah adalah suatu Pribadi yang memegang teguh janji-janji-Nya. Dia adalah Tuhan, maka ada kemenangan dalam hidupmu. Pengikut Kristus memiliki janji Kingdom of God, kita adalah para ahli waris Kerajaan Surga. Pengikut Kristus menjadi umat pemenang. 

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:3-4). 

Apabila kita membahas tentang Paskah, maka ini merupakan kemenangan bagi orang benar yang sungguh takut akan Tuhan. Ada Tuhan Yesus dalam diri kita yang akan menghancurkan segala sesuatu yang jahat dan membuat kita tetap kuat sampai hari ini. Orang yang memiliki optimisme pun akan mengalami sukacita. Tidak ada peristiwa yang unlimited, semua pasti ada limit atau batasnya. 

Tuhan Yesus Kristus merupakan Anak Domba Allah yang dikorbankan untuk menebus dosa umat manusia. Membahas tentang anak domba paskah tidak terlepas dari peristiwa paskah pertama di Mesir saat bangsa Israel akan mengalami pembebasan dari perbudakan di Mesir dalam Exodus.

Jika kita perhatikan tentang tulah yang menimpa bangsa Mesir yaitu dari tulah pertama sampai dengan tulah kesembilan dan sebelum tulah ke-10 dijatuhkan yaitu anak sulung mati, Tuhan telah memberi perintah kepada bangsa Israel melalui Musa untuk menyembelih anak domba yang tidak bercacat cela, kemudian mengoleskan darahnya di ambang pintu.

Perintah Tuhan pada bangsa Israel harus dilakukan dengan ketaatan sebab jika hal itu dilakukan, maka pada saat malaikat maut turun dan menjumpai adanya darah yang dioleskan di ambang pintu tersebut, maka rumah mereka akan dilewati, maka alkisah kata Paskah muncul pada saat itu dalam bahasa Ibrani: פסח‎ atau Pesakh (PESAKH = PASSOVER = MELEWATI)


Peristiwa yang sangat heroik dan menyentuh dalam kitab Keluaran di mana bangsa Israel dilepaskan dari perbudakan di Mesir selama 400 tahun dan tinggal di mesir selama 430 tahun. Peristiwa ini merupakan penggenapan janji Allah.

 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak (Kejadian 15 : 14).

Peristiwa yang sangat penting tersebut harus diceritakan kepada anak-cucu Yahudi turun-temurun dan wajib dirayakan setiap tahunnya.

Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir. (Keluaran 13 : 8 )


Tuhan pada saat itu mengirimkan malapetaka terbesar melalui malaikat kematian untuk mencabut nyawa anak sulung dari setiap keluarga yang pintu rumahnya tidak diperciki darah domba! Sedangkan bangsa Israel dilewati karena adanya tanda darah domba.

Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi (Keluaran 12 : 23).

Peristiwa Paskah yang pertama ditujukan kepada bangsa Israel adalah sebuah prototype tentang kisah pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang tidak bercacat cela, yang dikorbankan untuk seluruh umat manusia, jadi bukan hanya untuk bangsa Israel saja.

Tuhan Yesus Kristus dihukum mati menjelang Paskah. Kemudian mayat-Nya diturunkan cepat-cepat untuk menghormati Paskah. Dan pada hari yang ketiga, Yesus bangkit dari antara orang mati dan menampakkan diri kepada banyak orang. Peristiwa hari kebangkitan Kristus itu kemudian dirayakan sebagai Peringatan Paskah dalam kalender Gereja dunia hingga pada saat ini.

Melalui Tuhan Yesus Kristus, sebuah kehadiran Allah nyata di dalam hati orang yang percaya. Tuhan Yesus Kristus adalah domba Paskah yang menebus dosa manusia.

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1 : 29).

Apa yang membedakan Paskah di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ?

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.(Ibrani 10 : 4 & 11)


Pengorbanan Tuhan Yesus dilakukan hanya satu kali untuk selama-lamanya, sehingga darah Anak Domba Allah dikatakan menghapus dosa tidak hanya menutupi dosa saja.

Apa saja yang di hasilkan setelah Tuhan Yesus Kristus menang di kayu salib :

1. Memperoleh Penebusan (Pengampunan Dosa)

Melalui proses kematian Tuhan Yesus manusia beroleh penebusan, dosa manusia dapat diampuni.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. (Efesus 1 : 7 - 8)


2. Memperoleh Pembenaran (Diselamatkan)

Melalui proses kematian Tuhan Yesus Dosa manusia beroleh pengampunan dan manusia dapat diselamatkan.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5 : 8 - 9)


3. Memperoleh Pengudusan (Hidup yang Berkenan)

Melalui proses kematian Tuhan Yesus ini sangatlah penting supaya manusia senantiasa dikuduskan sehingga mempunyai hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Untuk menjadi kudus maka manusia akan dibimbing dan dipimpin oleh Roh Kudus sebagai penolong.

Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. (Ibrani 13 : 11 - 12)


4. Memperoleh Pendamaian (Pemulihan Status)

Pada saat manusia hidup selalu berkenan di hadapan Tuhan, dengan hidup tekun dalam pengudusan maka pada akhirnya nanti mahkota kehidupan tersedia bagi kita.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3 : 25)


Setelah melalui proses kematian dan proses kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, maka manusia telah dilepaskan dari belenggu dosa dan dibenarkan karena pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Paskah yang tidak bercacat cela.

Sebagai pengikut Kristus, apakah keselamatan yang kita terima sudah selesai sampai di sin? Tentu tidak karena ada tugas yang harus kita kerjakan selanjutnya yaitu kita semua punya tanggung jawab untuk mengabarkan khabar baik tentang keselamatan tersebut kepada semua orang sehingga mereka juga menjadi diselamatkan, dan hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan tersebut.

Apa saja yang harus dilakukan supaya kita bisa di selamatkan ?

  • Membangun dan menjaga kehidupan rohani kita agar senantiasa berkenan di hadapan Tuhan.
  • Melaksanakan Amanat Agung, memenangkan jiwa-jiwa bagi kerajaan Tuhan.

Mulai saat ini jangan lagi menerapkan pola pikir duniawi ke dalam kehidupan kita hari-hari. Bangunlah komunikasi keintiman dengan Tuhan, utamakan kerohanian kita bertumbuh dengan baik agar segala sesuatu dalam diri kita pun ikut tertata dengan baik. Kita tahu Tuhan Yesus sudah bangkit dan memberi kita kemenangan. Bangkitlah bersama Dia.

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu … Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu … Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal" (1 Kor. 15:14, 17, 20).

Tuhan Yesus sanggup memberi kebangkitan. Kebangkitan dimulai dari Tuhan Yesus, maka bagi kita orang-orang benar yang dipanggil pulang oleh Tuhan, jika kita percaya pada kebangkitan-Nya, Dia pasti akan membangkitkan kita dan orang-orang yang kita sayangi yang sudah mendahului kita, bersama-sama dengan Dia. Jangan lagi bimbang.

Sebagai manusia kita semua sudah diselamatkan dan ada tugas penting untuk kita laksanakan yaitu memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan dan selalu menjalankan Amanat Agung pada kehidupan kita sehari-hari.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال